Page 23 - ASEAN_final
P. 23

OPINI

           Taksonomi ASEAN

           ASEAN telah membentuk sebuah taksonomi atau               ACGF merupakan mesin penggerak keuangan
        ASEAN Taxonomy  Board  (ATB) 2021  yang dirancang         hijau regional di bawah  ASEAN  Infrastructure
        sebagai sistem  yang inklusif dan kredibel untuk          Fund (AIF). ACGF dimiliki oleh 10 negara anggota
        mengklasifikasikan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan    ASEAN dan ADB serta dikelola oleh ADB Southeast
        di kawasan.  Taksonomi ini tetap mempertimbangkan         Asia Innovation Hub.  ACGF memiliki fokus untuk
        kondisi  dan  kebutuhan  negara-negara  ASEAN  yang       mengurangi  risiko  proyek  infrastruktur  hijau  serta
        beragam dan disusun berdasarkan pendekatan multi-tier     menjadikannya bankable sehingga dapat menarik
        yang memiliki dua elemen utama.                           modal yang lebih besar.

           Kedua elemen tersebut yaitu foundation framework,         Lima proyek yang memenuhi syarat ACGF pada
        berisi prinsip-prinsip umum  yang digunakan untuk         2019-2021 menunjukkan pengaruh yang signifikan
        menilai aspek keberlanjutan dari suatu kegiatan ekonomi.   dengan total biaya proyek yang diharapkan yakni
        Sedangkan  elemen  kedua  adalah  plus standards yang     sebesar US$3 miliar. ACGF berkomitmen sebesar
        berisi definisi dan kriteria lebih lanjut, termasuk kriteria   US$60 juta dari pembiayaan sedangkan  ADB
        kualifikasi dan  benchmark bagi kegiatan ekonomi dan      sebesar US$1,8 miliar dan US$505 juta dari mitra
        investasi Hijau (ATB,2021). Pembentukan taksonomi ini     pembiayaan bersama. Kelima proyek ini ditenggarai
        bertujuan untuk menarik investasi global ke ASEAN guna    dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar
        mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan.           221.000 tCO2e per tahun.
           Pendanaan Hijau                                           Artinya,  pengarusutamaan    ACGF    sebagai
                                                                  sumber pendanaan hijau perlu ditingkatkan dengan
           Menurut studi  Asian Development Bank (ADB),           tetap  melanjutkan   relevansinya   mendukung
        pada 2019-2030  Asia  Tenggara membutuhkan sekitar        pendanaan  hijau  di  kawasan,  terutama  bagi
        US$210 miliar atau sekitar Rp3.148 triliun per tahun untuk   negara  yang kesulitan setelah terjadi pandemi
        infrastruktur di kawasan ASEAN. Tentu ini bukan jumlah    dan krisis lainnya. Tak hanya itu, perlu juga upaya
        yang sedikit jika harus ditanggung publik atau pemerintah   menciptakan momentum  yang signifikan dengan
        saja. Oleh karena itu perlu adanya peran sektor swasta    negara di ASEAN dan mitra. Apalagi, sejalan dengan
        melalui obligasi atau SDG Bonds.
                                                                  momentum Keketuaan ASEAN di Indonesia 2023,
           Pengurangan emisi gas rumah kaca membutuhkan           sudah saatnya pertumbuhan akan pendanaan hijau
        pendanaan yang besar salah satunya dikarenakan elemen     menjadi arus utama dalam kegiatan ekonomi, sosial
        pembiayaan  pada  sektor  energi  yang  membutuhkan       dan politik ke depan.
        infrastruktur  juga  memiliki  risiko  yang  tinggi.  Di  sinilah
        peran  ASEAN Catalytic Green Finance Facility (ACGF)
        untuk mendukung Asia Tenggara mempercepat jaringan
        infrastruktur hijau dan mendukung pemulihan hijau dari
        pandemi Covid-19.


















                                                                                          Sumber :
                                                                                          ASEAN Sustainable
                                                                                          Finance Taxonomy, 2021

                                                      Masyarakat ASEAN Edisi 32 / Desember 2022           23
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28