Page 22 - ASEAN_final
P. 22
OPINI
Menilik
Pertumbuhan
Pendanaan Hijau di ASEAN
Oleh: Syifa Fauzi Almushally,
Centre for Strategic and International Studies Indonesia.
Pendanaan hijau di kawasan ASEAN bertumbuh ke arah yang positif. Situasi ini tentu perlu
terus didorong lewat upaya bersama untuk meminimalisir dampak perubahan iklim.
Negara-negara ASEAN tengah menghadapi
ancaman bencana akibat perubahan iklim. Mulai
dari naiknya permukaan laut, terjadinya gelombang
panas, kekeringan, dan badai hujan yang semakin
intens. Bahkan studi terbaru memperkirakan,
sekitar 96% kawasan ASEAN akan terkena dampak
kekeringan dan 64% mengalami kekeringan
ekstrem. Selain itu, kenaikan permukaan air laut
juga akan memengaruhi populasi dan infrastruktur
di negara pesisir.
Studi lain memperkirakan, bahwa pada tahun
2050 tiga negara anggota ASEAN bakal tenggelam
sementara Vietnam diprediksi akan mengalami
banjir rob sekali dalam setahun dan melanda
seperempat dari total populasi Vietnam. Lalu pada
tahun 2100, diperkirakan lebih dari 10% warga
Thailand bakal terendam banjir dan 94% mengungsi rata 1,1 derajat celcius. Keadaan ini memicu terjadinya
karena banjir. gelombang panas, hujan lebat, dan musim kemarau
yang berlangsung lebih panjang.
Sedangkan di Indonesia, Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Situasi diperparah dengan kondisi geopolitik dunia
ancaman banjir di wilayah DKI Jakarta akan akibat perang Ukraina-Rusia yang membuat ancaman
meningkat sampai 40%. Penyebabnya, karena resesi kian nyata. Ini tentu akan memperlambat
penurunan tanah Jakarta mencapai 1-15 cm per jalannya transformasi hijau. Akan tetapi di sisi lain, bisa
tahun dan hampir separuh kota berada di bawah juga menjadi momentum perubahan besar di negara-
permukaan laut. negara ASEAN.
Sebenarnya tak hanya negara di Asia Tenggara Sebagai informasi, negara-negara ASEAN telah
yang mengalami krisis akibat perubahan iklim, menandatangani Perjanjian Paris dengan menetapkan
namun juga seluruh dunia. Oleh karena itu, target Nationally Determined Contribution (NDC) pada
pengurangan emisi secara ekstrem tak bisa ditunda tahun 2030. Negara-negara di ASEAN kebanyakan
lagi. Mengingat, aktivitas manusia menggunakan masuk dalam kriteria penilaian engaged atau capable.
bahan bakar fosil dan melepaskan gas rumah Adapun perkembangan dari implementasi target NDC
kaca ke atmosfer telah menghangatkan suhu rata- di ASEAN nampak dalam tabel di samping.
22 Masyarakat ASEAN Edisi 32 / Desember 2022

