Page 15 - ASEAN_final
P. 15
REPORTASE
Bahan bakar fosil diproyeksikan akan terus memasok Posisi dan Peran Indonesia
sebagian besar kebutuhan energi regional, dengan BBM
menyumbang 47,4%, diikuti listrik 20,3%, batu bara 14,5%, dan
bioenergi 9,2% pada tahun 2050. BBM tetap menjadi sumber
energi utama di sektor transportasi yang menjadi salah satu
sektor konsumsi energi tertinggi di ASEAN setelah industri.
Selain itu total penyediaan energi primer diperkirakan
akan tumbuh sekitar 4 kali lipat, dari 654 Mtoe pada tahun
2020 menjadi 2.647 Mtoe pada tahun 2050. Minyak bumi,
AEO7 (ISEW)
gas alam, dan batu bara mendominasi pasokan energi
kawasan dengan proporsi sekitar 88%, meninggalkan energi
terbarukan sebesar 11,9%.
Dari sisi ketahanan energi, diprediksi ASEAN akan
menjadi pengimpor neto gas alam pada tahun 2025 dan
batu bara pada tahun 2039. Pada periode 2020-2050,
pembangkitan listrik ASEAN diperkirakan akan meningkat
tiga kali lipat dan mencapai 3.388 TWh. Langkah-langkah
Prof. Dr. Widjaja Martokusumo
efisiensi dan diversifikasi energi di tingkat nasional dan Sekretaris Institut Teknologi Bandung.
regional dapat secara signifikan mengurangi permintaan Sumber foto : aseanenergy.org
energi final. Salah satu kunci adalah promosi efisiensi energi
Dari sisi populasi, ekonomi, luas wilayah, penggunaan
di sektor perumahan dan komersial, proses industri, dan
energi, hingga emisi karbon Indonesia merupakan negara
transportasi, juga ekspansi tenaga listrik di perumahan dan
terbesar di ASEAN. Pada tahun 2020, PDB Indonesia
transportasi.
menyumbang sekitar 40% ekonomi ASEAN. Angka ini
Dari sisi energi terbarukan, peningkatan kapasitas diperkirakan akan terus meningkat menjadi 48% pada tahun
terpasang, yang sudah sejalan dengan target regional, 2050. Seiring dengan itu, pertumbuhan konsumsi energi di
perlu diperkuat sehingga menjadi peningkatan dari sisi ASEAN sangat dipengaruhi oleh Indonesia.
listrik yang dibangkitkan. Hal ini mengingat sejumlah opsi
Terkait transisi energi, Indonesia memiliki sejumlah
energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, memiliki
target antara lain penurunan intensitas energi diharapkan
keterbatasan. Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan
mencapai 1% per tahun sampai 2025. Dari sektor transportasi,
di luar sektor ketenagalistrikan juga penting untuk
penggunaan minyak bumi didorong agar digantikan dengan
dioptimalkan.
biofuel dan juga kendaraan listrik. Selain itu, target energi
Strategi penting dalam diversifikasi energi adalah terbarukan Indonesia sama persis dengan target ASEAN,
optimalisasi sumber energi dalam negeri, termasuk energi mencapai 23% dari total penyediaan energi primer di tahun
terbarukan, seperti tenaga air, geotermal, dan energi 2025. Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai net-zero
biomassa. Kolaborasi melalui program regional seperti emission di tahun 2060 atau lebih cepat dengan adanya
ASEAN Power Grid dan Gas Common Market akan berperan bantuan internasional.
penting untuk memperkuat ketahanan pasokan energi.
Tahun depan, Indonesia akan melanjutkan estafet
Keberhasilan beragam strategi di atas bergantung pula Keketuaan ASEAN dari Kamboja. Posisi ini memberikan
pada kolaborasi antar negara ASEAN maupun dengan kesempatan bagi Indonesia untuk berperan lebih dalam
negara di luar ASEAN. Selain itu, krisis energi beberapa mendorong kerja sama energi di kawasan. Meskipun
tahun terakhir telah menunjukkan pentingnya pertimbangan pencapaian target energi terbarukan di penyediaan energi
geopolitik dalam kebijakan energi. Dalam hal ini, ASEAN primer Indonesia juga menemui tantangan. Mengingat
harus mampu mengoptimalkan soft power dan market besarnya porsi Indonesia dalam skala kawasan, keberhasilan
power-nya untuk meningkatkan kolaborasi dengan mitra pencapaian target ASEAN tidak terlepas dengan capaian
strategis utama. target Indonesia.
Masyarakat ASEAN Edisi 32 / Desember 2022 15

