Page 14 - ASEAN_final
P. 14

REPORTASE







            Navigasi Transisi Energi di ASEAN


                                             Oleh: Risa Safrina dan Zulfikar Yurnaidi,
                                                   ASEAN Centre for Energy.
                   Pemanfaatan energi amat diperlukan sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi
              dan meningkatkan standar kehidupan. Asia Tenggara memegang peranan penting mengingat
                      wilayah ini mencatatkan pertumbuhan populasi dan ekonomi yang signifikan.

           Jumlah  populasi  penduduk  di  negara-negara  anggota   Program APAEC
        ASEAN mencapai lebih dari 667 juta jiwa. Dengan angka ini,   Di tengah tantangan tersebut, negara  ASEAN terus
        negara ASEAN menyumbang sekitar 8,7% dari total populasi
                                                                  mendorong kerja sama regional melalui ASEAN Plan of
        dunia. Tak heran jika Asia Tenggara berperan penting dalam
                                                                  Action for Energy Cooperation (APAEC) 2016-2025 Phase
        konstelasi global dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi
                                                                  II  2021-2025.  APAEC  disusun  mengingat  pentingnya
        yang semakin signifikan.
                                                                  pencapaian ketahanan, akses, harga, dan keberlanjutan
           Sementara itu dari  sisi ekonomi,  tingkat  pertumbuhan   energi bagi semua.
        Produk Domestik Bruto (PDB) riil ASEAN berada di rentang
                                                                     Terkait transisi energi,  target aspirasi  ASEAN untuk
        3-7% selama periode 2005 hingga 2050. Terkecuali di tahun
                                                                  tahun 2025 adalah porsi energi terbarukan mencapai
        2020, pandemi Covid-19 mengakibatkan terjadinya resesi
                                                                  23% dalam penyediaan  energi primer dan 35% dalam
        ekonomi sehingga total pertumbuhan ekonomi  ASEAN
                                                                  kapasitas pembangkit, serta 32% pengurangan intensitas
        terkontraksi sampai 4%.
                                                                  energi berdasarkan tingkat 2005.
           Di sisi lain, pemintaan energi di  ASEAN mulai dari
        bahan bakar minyak (BBM), gas, batubara hingga listrik
        untuk memenuhi kebutuhan sektor transportasi,  industri,
        perumahan, dan komersial juga tumbuh 1,5 kali lipat dalam
        15 tahun terakhir atau mulai dari 2005 hingga 2020. Artinya,
        pemanfaatan energi sebagai mesin penggerak pertumbuhan
        ekonomi  dan  meningkatkan  standar  kehidupan  memang
        tidak bisa dielakkan.
           Sejalan dengan itu, total penyediaan energi primer ASEAN
        ikut naik tajam yakni mencapai 654 Mtoe di 2020. Bahan bakar
        fosil masih mendominasi bauran energi dan menyentuh
        angka 83% pada tahun 2020. Sementara itu,  komposisi
        energi terbarukan (tidak termasuk biomassa tradisional) baru
        mencapai 14,2%.
                                                                  Outlook Energi ASEAN
           Dengan ketergantungan yang semakin besar pada impor
        bahan bakar fosil, ASEAN menghadapi tantangan ketahanan      Berdasarkan 7th  ASEAN Energy Outlook (AEO7)
        energi yang serius. Belum lagi kondisi geopolitik, perubahan   dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat,
        iklim, dan krisis akibat pandemi membuat pasar bahan bakar   tingkat permintaan energi di kawasan diperkirakan akan
        amat fluktuatif dan sensitif.                             meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050 dibandingkan
                                                                  2020. Total permintaan energi final mencapai 473,1 Mtoe
                                                                  pada tahun 2025 dan 1.281,7 Mtoe pada tahun 2050.






           14           Masyarakat ASEAN Edisi 32 / Desember 2022
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19