Page 14 - ASEAN_MEI
P. 14

POJOK PSA

































       Menjadikan UMKM                          Ketiga, dalam forum ASEAN       perkembangan           teknologi,
       sebagai aktor sentral                 Coordinating Committee on          dan    dukungan      dana    dari
                                             Micro  Small  and  Medium          pemerintah untuk menjangkau
          Sebagai salah satu  economic                                          unit usaha sebanyak mungkin.
       powerhouse bagi  ASEAN dengan         Enterprises  (ACCMSME) yang        Hal ini dapat dilakukan dengan
       jumlah      penduduk      terbesar,   ke-13  yang  diadakan  pada        menggandeng akademisi dan
       sudah sewajarnya jika Indonesia       tahun 2021 (Kemekopukm,            pusat kajian untuk membaca
       memberi        contoh.     Adapun     2021), peran Indonesia tidak       potensi, tantangan dan peluang
       beberapa hal yang bisa diterapkan     terlalu  terbaca  dalam  usaha     pelaku UMKM dalam ekonomi
       pemerintah dalam usaha tersebut.      merangkul       UMKM        dan    digital masa kini.
       Pertama, menyegerakan usaha           menjadikan mereka sebagai
       penyederhanaan         pendaftaran    aktor sentral dalam kebijakan-        Resiliensi yang  diciptakan
       usaha UMKM informal menjadi           kebijakan     yang     disusun.    oleh komunitas adalah resiliensi
                                             ACCMSME merupakan forum
       formal (Yasa, 2018). Hal ini masih    kerja sama regional  ASEAN         yang tidak lekang oleh  waktu.
       menjadi ganjalan besar bagi           yang membidangi berbagai           Resiliensi organik seperti ini juga
       pelaku    usaha     mikro   karena    isu    dan    inisiatif  perihal   cenderung tahan banting karena
       prosedurnya yang tidak sederhana      pengembangan UMKM, forum           terbentuk    karena    keinginan
       dan pungutan pajak  yang masih        ini terdiri atas perwakilan        individu    untuk    memajukan
       besar.                                                                   dirinya sendiri. Hal ini akan
                                             Kementerian/Lembaga yang           teramplifikasi   oleh    anggota
          Kedua, literasi digital bagi pelaku   membidangi UKM di negara-       komunitasnya. Dalam situasi
       UMKM juga perlu mendapatkan           negara ASEAN  yang  rutin          pandemi  yang merebak sejak
       prioritas. Literasi ini akan membawa   melaksanakan       pertemuan      akhir 2019, terbukti bahwa roda
       pelaku pada pusaran jual beli         dua (2) kali dalam setahun         perekonomian negara dapat
       yang lebih besar dan membantu         (Kemekopukm, 2021). Peran          terdorong  karena  UMKM,  baik
       untuk mengepakkan sayap usaha         normatif seperti ini perlu diubah   yang dimajukan oleh individu
       mereka. Literasi juga membantu        menjadi peran yang lebih aktif     maupun       yang     digerakkan
       masyarakat untuk pelan-pelan          dalam mendorong agak UMKM          bersama-sama.              Tanpa
       bertransisi dari revolusi industri 4.0   di seluruh ASEAN bisa memiliki   menjadikan    UMKM      sebagai
       ke 5.0 di mana disrupsi teknologi     literasi  digital,  akses  terhadap   aktor sentral dalam kebijakan
       akan lebih mempengaruhi  cara         infrastruktur yang  dibutuhkan     pemerintah, rasanya resiliensi
       kita hidup dan bertransaksi.          untuk maju seiring dengan          ASEAN tidak tersokong dengan
                                                                                kuat.


           14          Masyarakat ASEAN Edisi 30 / Mei 2022
           14
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19