Page 13 - ASEAN_MEI
P. 13
POJOK PSA
Temuan mengenai tren pada promosi penjualan. mungkin akan berubah jika
ekonomi digital di masa Kedua, tidak ada konsolidasi pandemi telah usai atau sudah
pandemi antara platform penyedia, menjadi bagian dari kehidupan
logistik, dan pemerintah dalam kenormalan baru.
Penelitian Pusat Kajian satu wadah koordinasi yang
ASEAN Universitas Gadjah satu padu. Ketiga, pesatnya Di satu sisi, teknologi telah
Mada (2021) menemukan pertumbuhan ekonomi digital mempercepat proses jual beli
bahwa pandemi COVID-19 tidak lagi bisa dikontrol oleh secara daring. Jarak, waktu, dan
mendorong geliat ekonomi pemerintah. Keempat, pola biaya menjadi relatif. UMKM
digital secara makro di perilaku berbelanja konsumen dipacu untuk bersaing dengan
Indonesia. Hal yang sama yang terbentuk saat ini masih ketat dalam pasar digital yang riuh.
berlaku bagi negara anggota merupakan bentuk aktivitas Di dalam pasar ini UMKM bersaing
ASEAN lainnya dengan derajat yang rekreasional. dengan usaha besar, pelaku
yang kurang lebih sama. Geliat usaha asing, dan barang impor
ekonomi yang meningkat Poin keempat ini dalam satu waktu. Penelitian
ini dibuktikan dengan menawarkan refleksi yang di atas menunjukkan bahwa
meningkatnya jumlah transaksi sedikit berbeda dengan pemerintah disibukkan dengan
jual-beli secara daring yang kebanyakan hasil survei yang usaha menopang ekonomi digital
mencapai 60% sepanjang tahun melihat tren ekonomi digital. dari segi infrastruktur dan literasi.
2020. Ini bukan angka yang Penelitian ini menegaskan Namun usaha pemberdayaan
sedikit, namun belum dibarengi bahwa sesungguhnya bentuk UMKM secara utuh masih dibagi
dengan infrastruktur yang rekreasi masyarakat justru dengan marketplace. Marketplace
kokoh. Penelitian ini menemui fluktuatif terhadap situasi masih menjadi andalan bagi
empat faktor yang perlu yang dihadapi. Dalam konteks banyak pihak termasuk penjual,
mendapat perhatian khusus. pandemi, berbelanja secara pembeli, dan penyedia wadah itu
Pertama, bentuk bisnis yang online adalah rekreasi. Hal ini sendiri.
dijalankan oleh di Indonesia berarti intensitas penggunaan
saat ini masih sangat berbasis wadah jual beli secara daring
Di sisi lain, penelitian tersebut
juga menyiratkan bahwa
pemerintah perlu membaca
pasar secara lebih teliti dan
mengalokasikan anggaran dan
infrastruktur yang memadai untuk
bisa menjangkau kemungkinan
melandai tersebut. Marketplace
juga perlu menyingsingkan
lengan untuk mengantisipasi
laju jual beli yang tidak lagi pesat
pertumbuhannya. Di titik ini
marketplace masih teguh pada
keyakinan bahwa perilaku dan
kebiasaan konsumen bisa dibentuk
secara perlahan, jika pendekatan
dilakukan secara terus menerus.
Artinya, pandemi adalah sebuah
titik balik masyarakat berbelanja
secara daring sebagai gaya hidup
yang permanen.
13
Masyarakat ASEAN Edisi 30 / Mei 2022 13

