Page 41 - mma
P. 41

Wawancara

            Apa yang menjadi bisnis inti dari Kebun Kumara?


            Kebun Kumara jadi kebun belajar pada 2016. Lalu pada
            2017 kami mulai lokakarya ke publik. awalnya masih
            trial and error karena kami tidak punya latar belakang
            pendidikan perkebunan atau pertanian.

            Saat pandemi pembelajaran yang sebelumnya diadakan
            secara langsung harus pindah secara daring. Kami
            membuat konten-konten edukasi digital dan mendapat
            respons cukup baik.

            Selain memberi pelatihan, kami juga menawarkan jasa
            garden landscaping, yaitu membantu orang-orang
            yang ingin ekosistem produktif baik itu di rumah,
            sekolah, atau lahan apapun yang membutuhkan desain.   Dampak sosial apa yang ingin dituju?
            Pendekatan desain yang kami gunakan sustainability,
            dan permakultur untuk mengolah lahan agar memiliki    Kami percaya, siapapun bisa berkebun dimanapun.
            fungsi untuk menopang orang yang menggunakan lahan    Kami ingin semakin banyak orang tahu cara untuk
            tersebut.                                             menemukan makanannya sendiri. Kami juga ingin
                                                                  semakin banyak kebun terutama di perkotaan.
            Mengapa perlu ada kebun di rumah?                     Seperti yang kita lihat saat ini, banyak lahan di

                                                                  perkotaan belum dimaksimalkan. Paling hanya
            Rumah itu masuk  ke zona 0 (zero)-nya setiap orang,   ditanami rumput atau tanaman hias yang tidak bisa
            zona yang setiap hari kita ada di sana, dan itu di rumah.    dikonsumsi.
            Jika di rumahnya sudah ada kebun, maka ia sudah bisa
            masuk ke ranah sustainable atau green lifestyle.      Tantangan internal apa yang dihadapi dalam
                                                                  menjalankan kebun kumara?
            Kami memang ingin membantu orang untuk
            menghadirkan ekosistem kebun di rumahnya. Lebih dari   Kami masih belajar soal berkebun, termasuk juga
            sekadar menghasilkan pangan, kebun seharusnya bisa    soal berbisnis. Saya yakin segala sesuatu harus
            menjadi jembatan dan ruang yang terintegrasi dengan   imbang. Kami ingin Kebun Kumara punya earth care,
            orang yang tinggal di dalamnya.                       bagaimana kita merawat alam, menanam pohon,
                                                                  dan mengajak orang melakukan hal yang sama.
                                                                  Di sisi lain Kebun Kumara juga harus bertahan
                                                                  sebagai sebuah bisnis karena banyak orang yang
                                                                  menggantungkan hidup di Kebun Kumara. Di
                                                                  masa pandemi ini situasi semakin sulit. Tapi kami
                                                                  berusaha belajar dan menyeimbangkan keduanya.
                                                                  Bagimana tantangan dari luar?

                                                                  Tantangannya bagaimana mengolah sebuah
                                                                  program atau edukasi dan cara belajar yang menarik
                                                                  di perkotaan. Kami harus mengajak publik untuk
                                                                  peduli dan mau merawat alam.
                                                                  Secara konkret, kami ingin publik tahu bagaimana
                                                                  memisahkan sampah untuk dikompos misalnya.
                                                                  Atau bagaimana orang tua mengajak anak menanam
                                                                  dan memperkenalkan tanaman obat alami seperti
                                                                  sirih, jahe, atau lidah buaya. Tantangannya ialah
                                                                  bagaimana mengomunikasikan itu semua dengan
                                                                  menarik.


                                                                            Masyarakat ASEAN  Edisi 29  Des 2021  41
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46