Page 40 - mma
P. 40

Wawancara
           “     More females in the position of             Apa itu permakultur?


                 power, pemimpin perempuan
                 di ranah kewirausahaan, bank,               Banyak definisi dan tingkatan dalam permakultur.
                                                             Pada dasarnya permakultur itu apa yang dilakukan
                 pertanian, pemerintahan dan ranah           masyarakat tradisional dan masyarakat adat untuk
                 lainnya dengan menggunakan                  menjaga keselarasan gaya hidup dengan kondisi
                                                             alam sekitar. Di permakultur saya diajarkan untuk
                 kepekaannya terhadap isu sosial,            merancang hidup dan ruang tanpa bertentangan
                 dan memperhatikan kebermanfaatan            dengan alam.
                 alam, hal ini menjadi sangat penting        Lalu mengapa harus membuka kebun di kota?
                 bagi banyak perempuan saat ini.”
                                                             Ketika belajar soal permakultur saya menyadari bahwa
                                                             sains tradisional itu salah satu ilmu dasar yang tidak
           Apa yang melatarbelakangi  Anda                   pernah diajarkan ke masyarakat perkotaan. Karena
           mendirikan kebun kumara?                          dalam sains modern lebih diajarkan tentang, what can
                                                             I learn about nature, ketimbang what can I learn from
           Saat itu saya dan suami banyak diskusi soal       nature.
           isu lingkungan bersama. Kami bahas banyak
           hal seperti soal isu sampah, degradasi            Pada akhirnya kami ingin membuat dan membangun
           lingkungan, sampai deforestasi secara             suatu tempat di perkotaan dimana kita sama-sama
           umum.Kami menyadari seperti tidak berdaya         belajar didalamnya. Itu kenapa tagar Kebun Kumara
           untuk melakukan apapun, maka dari itu             #BerguruPadaAlam, karena guru sebenarnya ya alam.
           kami mengambil aksi yang nyata dan turut          Kembali mengolah tanah, menanam sedikit yang kita
           berkontribusi.                                    butuh untuk makan sehari-hari, mengenal asal usul
                                                             makanan, sampai mengenal variasi pangan.

           Apa yang menjadi motivasi Anda sehingga           Berkebun juga memperkenalkan kita pada identitas
           memilih ‘berkebun’?
                                                             negara kita melalui pangannya. Kebun menjadi wadah
                                                             belajar yang sempurna.
           Awalnya saya pegawai kantoran yang
           memutuskan resign dan memilih berbisnis.
           Ketika itu saya masih mencari tahu sebenarnya
           apa yang ingin saya perjuangkan. Saya lalu
           menemukan bahwa lingkungan adalah payung
           besarnya, apalagi saya punya passion di dunia
           pendidikan. Saya senang belajar, mengajar, dan
           berkolaborasi lalu lahirlah Kebun Kumara.

           Bisa diceritakan perjalanan ketika
           membangun Kebun Kumara?

           Perjalanannya sama sekali tidak singkat.
           Selama masa pencarian saya belajar banyak
           di Yogyakarta. Selama dua tahun saya banyak
           berdiskusi dengan dua sahabat saya di
           Yogya. Kebetulan mereka punya bisnis yang
           berhubungan langsung dengan petani. Dari
           mereka saya belajar untuk meningkatkan
           kualitas dan nilai dari rempah tanpa menuntut
           petani mengubah caranya bercocok tanam. Di
           sana pula saya berguru soal permakultur.


          40     Masyarakat ASEAN  Edisi 29  Des 2021
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45