Page 37 - mma
P. 37
Pojok PSA
Sumber Foto: 123rf_Venue
tidak banyak pula yang memahami Laporan tersebut menjelaskan media, dan organisasi masyarakat
bahwa ACWC membutuhkan bahwa tingkat familiaritas terhadap sipil, terutama yang menggeluti
konstituensi yang lebih kuat untuk ACWC sebanyak 90% dari jumlah isu promosi dan perlindungan
dapat melaksanakan mandat yang peserta. Lebih dalam lagi, 40% hak perempuan dan anak baik di
diemban jika ingin berkarya secara dari peserta tersebut memiliki tingkat nasional, regional, maupun
optimal. familiaritas dengan tingkat moderat. internasional.
Berdasarkan terms of Reference Namun, jika ditelaah lebih lanjut, Peran akademisi terletak pada
(TOR), ACWC mengemban mandat peserta survei tersebut mewakili keahliannya untuk mengarahkan
sebagai badan konsultatif. Layaknya organisasi perempuan (30%), pemangku kebijakan untuk
badan konsultatif, maka peran yang organisasi anak (25%), organisasi menghasilkan kebijakan yang tepat.
ia mainkan adalah memberikan perempuan dan anak (10%),
rekomendasi atas suatu masalah organisasi kepemudaan (15%), dan Menteri Pendayagunaan
yang sedang terjadi. Dengan organisasi hak asasi manusia (15%). Aparatur Negara dan Reformasi
demikian, ACWC akan cenderung Birokrasi (PANRB), Syafruddin dalam
reaksioner dan normatif. Hal ini mengindikasikan bahwa pidatonya saat menjadi pembicara
familiaritas seseorang terhadap Kongres dan Seminar Forum
Meski tidak didefinisikan secara ACWC dipengaruhi oleh lingkungan Dewan Guru Besar Indonesia ke-2
jelas mengenai konstituensi ACWC, kerjanya. Artinya, jika seseorang di Makassar menyebutkan, bahwa
dalam praktiknya, konstituen yang tidak terafiliasi secara khusus akademisi dilibatkan secara aktif
paling penting bagi ACWC adalah dengan isu perempuan dan anak, untuk bersama-sama pemerintah
pekerja kemanusiaan di bidang maka lebih kecil kemungkinannya melakukan identifikasi, mengkaji,
perempuan dan anak. ia akan bisa mengadvokasi sebuah bahkan melahirkan kebijakan publik
perubahan melalui tangan dan kaki yang berdampak langsung bagi
Dalam rangka merayakan satu ACWC. masyarakat.
abad ACWC, the Asian Forum for
Human Rights and Development Peran Wanita Akademisi adalah ujung tombak
(FORUM-ASIA) dan the Solidarity for bagi peradaban masyarakat yang
ASEAN People’s Advocacy (SAPA) Dengan memahami peran maju. Akademisi memiliki tanggung
mengeluarkan laporan berjudul strategis ACWC, setidaknya ada jawab untuk membuka ruang
ACWC +10: Assesing the Comissions tiga bidang yang bisa memberikan akademik. Karya yang dihasilkan
Impact on Protecting Women and peluang bagi perempuan Indonesia patutnya dimiliki, dinikmati, dan
Children’s Right in ASEAN. untuk menggiatkan emansipasinya. diperuntukkan bagi semua lapisan
Bidang tersebut adalah akademisi, masyarakat.
Masyarakat ASEAN Edisi 29 Des 2021 37

