Jakarta (ANTARA) - Entitas PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) meminta semua pemangku kepentingan di Myanmar untuk mendengarkan suara perempuan dalam unjuk rasa damai menentang pengambilalihan kekuasaan secara paksa oleh militer di negara itu.

“Kami menggaungkan pernyataan Sekretaris Jenderal PBB yang menegaskan kembali dukungan yang teguh bagi rakyat Myanmar dalam mewujudkan demokrasi, perdamaian, hak asasi manusia dan supremasi hukum,” demikian pernyataan tertulis UN Women, Kamis.

“Kami mendesak para pemimpin militer untuk menghormati keinginan rakyat Myanmar dan mematuhi norma-norma demokrasi, dengan perbedaan apapun harus diselesaikan melalui dialog damai”.

Dalam pernyataannya, UN Women juga mengungkapkan keprihatinan mendalam atas penggunaan kekuatan oleh pasukan keamanan terhadap para demonstran damai, termasuk perempuan.

Entitas PBB itu mencatat beberapa laporan dari Nay Pyi Taw, Mandalay, dan kota-kota lain di Myanmar tentang demonstran yang terluka oleh pasukan keamanan sehubungan dengan gerakan pembangkangan damai yang melanda seluruh negeri pada 9 Februari 2021.

Selengkapnya Antara News