REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Perusahaan keamanan siber global Kaspersky mengungkapkan laporan ancaman seluler untuk kuartal II tahun 2021 (Q2 2021) di Asia Tenggara. Kaspersky memantau peningkatan 60 persen dalam jumlah serangan trojan mobile banking berbahaya yang terdeteksi dan diblokir di wilayah tersebut.

Trojan mobile banking-atau bankir- digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk mencuri dana langsung dari rekening bank seluler (mobile banking). Program berbahaya ini biasanya terlihat seperti aplikasi keuangan yang resmi. Namun, ketika korban memasukkan kredensial untuk melakukan akses menuju rekening bank mereka, penyerang kemudian mendapatkan akses ke informasi pribadi itu.