Jakarta, CNN Indonesia --
Para negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) ingin meningkatkan pembayaran transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung (Local Currency Settlement/LCS) menggunakan mata uang lokal masing-masing negara. Hal ini otomatis akan mengurangi penyelesaian transaksi menggunakan dolar AS antar sesama negara di kawasan.
Keinginan ini dinyatakan dalam bentuk dukungan penggunaan mata uang lokal di forum para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari masing-masing negara ASEAN di pertemuan bertajuk 6th ASEAN Finance Minister and Central Bank Governors' Meeting (AFMGM). Acara diadakan secara virtual pada 2 Oktober 2020.
"Mendukung inisiatif penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian perdagangan, investasi langsung dan kegiatan terkait lain seperti transaksi pendapatan dan transfer di antara negara-negara ASEAN," ungkap Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Selasa (6/10).
Selengkapnya CNN Indonesia