Bangkok (ANTARA) -Kabinet Thailand pada Selasa (26/5) memperpanjang dekret darurat COVID-19 sampai 30 Juni, dengan juru bicara membantah kecurigaan oposisi bahwa perdana Menteri, yang dulu pemimpin junta, sedang berusaha kembali ke kekuasaan yang tak terkendali.

Keadaan darurat yang diumumkan pada akhir Maret terjadi dengan dilatarbelakangi aksi protes mahasiswa terhadap pelarangan partai yang menentang Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha. Dengan berkurangnya kasus baru, sejumlah tokoh oposisi beranggapan bahwa dekret darurat harus dibiarkan berakhir.

“Perdana Menteri ingin mengatakan bahwa sejak awal penggunaan darurat dan setiap perpanjangan, kami mendasarkan hal ini pada alasan Kesehatan masyarakat dan bukan alasan politik.” Kata juru bicara pemerintah, Narumon Pinyosinwat, usai rapat kabinet pada Selasa.