TEMPO.CO, Jakarta - Thailand hampir menyelesaikan salah satu proyek pembangkit listrik tenaga hibrida hidro-surya terapung terbesar di dunia di permukaan bendungan, sebuah langkah untuk meningkatkan produksi energi terbarukan setelah bertahun-tahun dikritik karena ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Sekitar 144.417 panel surya sedang dipasang di waduk di provinsi timur laut Ubon Ratchathani, di mana para pekerja sedang menyelesaikan tujuh bidang tenaga surya terakhir yang mencakup 121 hektar air.

Dikutip dari Reuters, 20 April 2021, Otoritas Pembangkit Listrik Thailand (EGAT) yang dikelola negara mengatakan proyek percontohan sebagai salah satu proyek pembangkit listrik tenaga hibrida hidro-surya terbesar di dunia. EGAT juga berencana membangun proyek serupa di delapan bendungan lain selama 16 tahun ke depan.

"Ketika semua proyek selesai di setiap bendungan, kami akan memiliki total kapasitas untuk menghasilkan 2.725 megawatt," kata kepala proyek Chanin Saleechan.