Jakarta (ANTARA) - Indonesia terus berkomunikasi dengan ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) serta anggotanya untuk mendorong tindak lanjut lima poin konsensus untuk membantu menyelesaikan krisis politik di Myanmar.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa (EU) untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell di Jakarta, Rabu---yang antara lain juga mendiskusikan isu Myanmar.
Menurut Retno, konsensus harus dijalankan terutama melalui penunjukan utusan khusus ASEAN untuk Myanmar serta komunikasi dengan semua pihak, termasuk dalam rencana kunjungan Sekretaris Jenderal ASEAN dan delegasi Brunei Darussalam sebagai ketua ASEAN tahun ini, ke Myanmar.
“Ini akan merupakan titik awal kerja ASEAN untuk menindaklanjuti lima poin konsensus. Keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar harus terus menjadi prioritas,” ujar Retno saat menyampaikan pernyataan pers secara virtual, usai pertemuan dengan perwakilan EU.
Poin-poin dalam konsensus itu mencakup antara lain, seruan untuk penghentian kekerasan di Myanmar, penunjukan utusan khusus ASEAN, serta penyaluran bantuan kemanusiaan ke Myanmar.
Selengkapnya Antara News