BEIJING, KOMPAS.com - Selama ini politisi Amerika Serikat telah mengadopsi slogan Jepang "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," dengan menyerukan diberlakukannya hukum internasional untuk diterapkan atas perselisihan di Laut China Selatan, di mana China dituduh bertindak agresif.
Awal bulan ini, dalam pertemuan para menteri luar negeri KTT Asia Timur, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyerukan "Mekong yang bebas dan terbuka."
Slogan terbaru menunjukkan pentingnya Sungai Mekong bagi perdamaian dan stabilitas di daratan Asia Tenggara, serta adanya dugaan ambisi China untuk mendapatkan keuntungan geopolitik dari sengketa di kawasan sungai.
Sungai Mekong mengalir dari dataran tinggi Tibet, ke China, melalui Myanmar, Laos, Thailand, dan Kamboja sebelum memasuki wilayah delta Vietnam. Ratusan bendungan pembangkit listrik tenaga air telah dibangun di atas dan di hilir sungai itu sejak tahun 2010, dan sebagian besar berada di China dan Laos.
Selengkapnya Kompas.com