VIVA – Perusahaan rintisan atau startup teknologi solusi kota pintar, Qlue, sukses mencatatkan pertumbuhan bisnis sebesar 70 persen pada tahun lalu meski pandemi COVID-19 masih melanda Indonesia. Kesuksesan yang diraih ini membuat mereka mematok target untuk melakukan ekspansi ke luar negeri.

Pendiri dan Kepala Eksekutif Qlue, Rama Raditya, mengaku akan fokus menggarap pasar SingapuraMalaysia, dan Jepang.

“Potensi pasar kota pintar (smart city) secara global pada tahun 2025 diprediksi bisa mencapai US$820 miliar (Rp12 ribu triliun) dengan prediksi pertumbuhan 14,8 persen per tahun. Ini potensi pasar yang masih sangat besar," katanya, dalam konferensi pers virtual, Rabu, 31 Maret 2021.