Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana ASEAN (AHA Center) memfasilitasi bantuan dari para warga di Asia Tenggara untuk korban bencana gempa Lombok. Sebanyak 30 ton bantuan dikirimkan ke Nusa Tenggara Barat sebagai bentuk solidaritas ASEAN.
Pusat AHA memfasilitasi mobilisasi barang-barang bantuan ASEAN dari Sistem Logistik Darurat Bencana untuk persediaan regional ASEAN (DELSA) di Subang ke Bandara Internasional Kuala Lumpur. Sebanyak 30 ton barang-barang bantuan dibagi dalam dua sorti dan dikirimkan ke Lombok.
Setelah barang-barang bantuan ASEAN tiba di Bandara Internasional Praya Lombok, Direktur Eksekutif AHA Centre Adelina Kamal mengatakan barang bantuan tersebut akan dimobilisasi ke berbagai wilayah terkena dampak gempa Lombok.
"Barang-barang bantuan ASEAN milik semua negara ASEAN, termasuk Indonesia. Kapanpun bencana terjadi dan barang-barang bantuan diperlukan, negara anggota ASEAN dapat mengakses persediaan regional, dan pusat AHA akan memfasilitasi mobilisasi ke daerah-daerah yang terkena bencana. Kami ingin menghargai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas kepercayaan yang diberikan kepada AHA Centre dalam melengkapi upaya penyelamatan hidup negara di lapangan. Kemitraan kami memperkuat visi yang diwujudkan dalam Deklarasi ASEAN tentang One Response One ASEAN," kata Adelina dalam pernyataan AHA Centre yang diterima Medcom.id, Senin 13 Agustus 2018.
AHA Centre telah memantau kegiatan seismik regional secara teratur. Pertukaran informasi antara Pusat Operasi Kedaruratan AHA Centre (EOC) dan BNPB telah ditingkatkan sejak 29 Juli hingga saat ini.
Tingkat kerusakan memicu kebutuhan mendesak untuk tempat penampungan di daerah-daerah yang terkena bencana, sehingga BNPB dan AHA Centre memobilisasi barang-barang bantuan siaga dari persediaan darurat ASEAN di Malaysia, menggunakan pesawat-pesawat Indonesia.
Sepuluh Negara Anggota ASEAN telah membentuk AHA Centre sebagai badan koordinasi manajemen bencana regional utama di ASEAN. Indonesia telah aktif terlibat dalam pendirian badan ini, dan telah menjadi tuan rumah sejak AHA Centre didirikan pada November 2011. AHA Centre dipercayakan untuk mengelola beberapa mekanisme regional, seperti aset siaga di Subang, sehingga mereka dapat menjadi digunakan saat dibutuhkan oleh negara-negara ASEAN.
Hingga saat ini, jumlah korban gempa Lombok terus bertambah. Data laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin, 13 Agustus 2018 tercatat ada 436 orang meninggal.
"Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya.
Sutopo merinci sebaran korban meninggal ada di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 374 orang, Lombok Barat 37 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 12 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Lombok 2 orang. Sementara korban luka-luka tercatat 1.353 orang, dimana 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang.