Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan neraca perdagangan Indonesia periode Juni 2020, hari ini, Rabu (15/7). Sejumlah ekonom memperkirakan neraca dagang RI akan mengalami surplus US$ 1 miliar atau sekitar Rp 69,3 triliun.
Direktur Riset Center Of Reform on Economics Piter Abdullah Redjalam memperkirakan neraca perdagangan Juni akan mengalami surplus, melanjutkan tren positif bulan sebelumnya. "Hanya tidak sebesar yang bulan Mei," ujar Piter kepada katadata.co.id.
Penyebabnya, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak Juni sudah mulai menggeliatkan aktivitas manufaktur dalam negeri. Alhasil, akan menarik banyak barang impor terutama bahan baku. Meski demikian, aktivitas manufaktur memang belum sepenuhnya pulih seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19.