REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Singapura bergegas membangun perumahan tambahan untuk sekitar 60 ribu pekerja migran pada akhir tahun ini dalam upaya mengurangi kepadatan di asrama setelah wabah massal infeksi virus corona terjadi di sana. Negara berpenduduk 5,7 juta orang itu memiliki lebih dari 35 ribu kasus Covid-19, salah satu jumlah kasus terbesar di Asia.

Sebagian besar kasus Covid-19 di Singapura disebabkan oleh penularan yang terjadi di asrama-asrama yang sempit dengan tempat tidur susun yang menampung lebih dari 300 ribu orang, yang sebagian besar adalah pekerja migran dari Asia Selatan. Singapura akan menciptakan ruang tambahan melalui struktur sementara yang dapat disatukan dengan cepat dalam bentuk modular.

Selengkapnya Republika