Kuala Lumpur: Seminggu setelah serangkaian banjir maut melanda sebagian besar Semenanjung Malaysia, beberapa korban mengaku belum menerima bantuan. Mereka mengeluhkan kelambanan pemerintah Malaysia dalam bertindak.
Dilansir dari The Straits Times, Selasa, 28 Desember 2021, penjual Laksa, Rohkiah Abdul Aziz mengatakan, ia dan suaminya Rashdan Iswandi, serta tetangga mereka ditolak oleh petugas di sebuah kamp bantuan di Selangor.
Penolakan terjadi saat mereka pergi untuk mendapatkan makanan panas dan beberapa kebutuhan. Mereka diberitahu bahwa barang-barang itu hanya untuk mereka yang tinggal di daerah tertentu.
“Mereka menyuruh kami menunggu bantuan di daerah kami dan tidak mau mengalah meskipun ada sisa makanan dan makanan yang belum diambil. Jadi kami tidak punya pilihan selain pulang (rumah di Kampung Kubu Gajah),” kata Aziz pada Senin, hari kesembilan sejak mereka terkena dampak banjir.
Selengkapnya Medcom