Moskow (ANTARA) - Rusia bekerja sama erat dengan Myanmar dalam perlengkapan militer, termasuk pesawat, menurut laporan kantor berita Interfax yang mengutip Alexander Mikheev, kepala perusahaan negara Rusia untuk produk persenjataan, Rosoboronexport, Rabu.
Kalangan pembela hak asasi manusia menuding pemerintah Rusia mengakui keabsahan junta militer Myanmar --yang melancarakan kudeta pada 1 Februari-- dengan terus melakukan kunjungan bilateral dan kesepakatan perdagangan senjata dengan negara itu.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah menyatakan kepada Jenderal Senior Min Aung Hlaing bahwa pemerintah Rusia bertekad untuk memperkuat hubungan militer.
Pernyataan itu disampaikan Shoigu ketika sang pemimpin junta Myanmar berkunjung ke Moskow pada Juni.
Selengkapnya Antara News