Pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian berbagai pelaku usaha, termasuk para konglomerat di kawasan Asia Tenggara. Pandemi ini pun menjadi pukulan ganda bagi para konglomerat karena pertumbuhan bisnisnya sebenarnya sudah mulai melambat sejak lima tahun terakhir.

Berdasarkan hasil riset lembaga konsultan manajemen Bain & Company bertajuk “Southeast Asia Conglomerates’ Watershed Moment”, beberapa konglomerat di Asia Tenggara berhasil beradaptasi dengan pandemi. Para konglomerat yang perusahaan dikendalikan oleh keluarga dalam jangka panjang ini memiliki kemampuan bertahan menghadapi krisis.

“Kami telah melalui banyak krisis, dan kami akan pergi untuk berada di sekitar setelah pandemi ini. Kami berada di sini untuk jangka panjang,” ujar salah satu konglomerat terkemuka Indonesia, dikutip dari laporan konsultan manajemen yang berkantor pusat di Boston, Amerika Serikat tersebut, Kamis (17/9).