Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah koreksi harga minyak mentah dunia, muncul tuntutan dari beberapa kalangan terhadap pemerintah (melalui PT Pertamina) untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nasional karena dinilai kemahalan.
Salah satunya adalah Rudi Rubiandini, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas yang menilai harga BBM di Malaysia sekarang sudah turun dan lebih murah dari Indonesia. Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) juga menuntut hal serupa.
Lalu benarkah harga BBM kita terhitung mahal di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), sehingga harganya perlu dan bisa diturunkan sesegera mungkin? Berikut ini ulasan Tim Riset CNBC Indonesia.
Sepanjang tahun berjalan, harga minyak mentah dunia memang tercatat anjlok. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi acuan di Amerika Serikat (AS) anjlok 70% secara tahun berjalan (year to date/YTD) ke US$ 18,27 per barel pada Jumat kemarin.