Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia menyatakan Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) tidak pernah mengakui junta militer sebagai pemerintah resmi Myanmar sejak kudeta terjadi pada 1 Februari lalu.
Hal itu diutarakan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Sidharto R Suryodipuro, saat memaparkan komunike bersama ASEAN tentang hasil pertemuan menteri luar negeri ke-54 yang digelar secara virtual pada Senin (2/8) lalu.
Menurut Arto, komunike bersama AMM ke-54 yang terdiri dari 28 halaman itu tidak bisa dilihat sebagai pengakuan terhadap junta militer Myanmar.