Bisnis.com, JAKARTA – Faktor keamanan menjadi tantangan terberat bagi Indonesia jika ingin menyandang status Hub Fintech Asia Tenggara. Secara fisik dan digital, keamanan Indonesia masih sangat rentan. 

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (Idiec) M. Tesar Sandikapura mengatakan untuk menjadi pusat teknologi finansial di Asia Tenggara, pemerintah harus memastikan bahwa transaksi di Indonesia aman. Secara infrastruktur, data yang tersimpan juga dapat dijaga.  “Infrastruktur diperbaiki dahulu seperti kualitas jaringan internet, keamanan digital, dan pangkalan data. Jika tiga itu belum selesai, tidak bisa jadi hub,” kata Tesar, Selasa (7/12/2021). 

Sekadar informasi, pada Kamis (2/12) Gedung Cyber 1 yang bertempat di Jakarta Selatan, kebakaran. Akibat kebakaran tersebut sejumlah layanan yang berhubungan dengan teknologi finansial terganggu, sehingga tidak dapat melakukan transaksi.