Jakarta, CNN Indonesia -- 

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunda rencana pembahasan resolusi tidak mengikat untuk menyulitkan junta militer Myanmar membeli senjata, yang dikhawatirkan digunakan untuk memerangi kelompok pro-demokrasi.

Seharusnya pemungutan suara terkait resolusi itu digelar pada Selasa (18/5). Menurut sejumlah diplomat, penundaan itu dilakukan untuk menggalang dukungan lebih banyak dari sekitar 193 negara anggota Majelis Umum PBB.

Akan tetapi, belum diketahui kapan proses itu akan dilanjutkan, seperti dilansir Reuters.

Usulan resolusi itu diajukan oleh Liechtenstein yang didukung oleh Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa.

Selengkapnya CNN Indonesia