Indonesia dapat kehilangan pasar tekstil dari Jepang dan Korea Selatan akibat dampak ketatnya persaingan dalam perjanjian perdagangan terbesar di dunia, Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), menurut Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).
Sementara, Kementerian Perdagangan mengatakan bahwa masuknya Indonesia ke dalam lingkungan perdagangan yang kompetitif akan menghasilkan keuntungkan yang meluas, termasuk mendongkrak kualitas produk dan produktivitas industri dalam negeri.
Namun, ekonom Indef mengatakan dampak dari RCEP tidak akan terlihat sebelum Indonesia mengonsolidasi antara produk di level produksi dengan perdagangan, karena Indonesia masih terfokus di komoditas, sementara tertinggal dari sektor manufaktur yang menjadi prioritas global.
RCEP diharapkan dapat menghilangkan berbagai tarif impor dalam waktu 20 tahun ke depan.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartika, mengatakan Indonesia kemungkinan akan kehilangan pasar Jepang dan Korea Selatan, dengan dihilangkannya halangan perdagangan dengan China melalui kesepakatan RCEP.
Selengkapnya BBC Indonesia