WE Online, Jakarta - Perusahaan perangkat lunak, SAP SE, mengumumkan hasil survei kepada 4.500 pebisnis di Asia Tenggara; mengungkap sejauh mana dampak Covid-19 pada bisnis di seluruh kawasan dan kekhawatiran tentang prospek jangka panjang.
Survei mengungkapkan bahwa 40% dari bisnis yang disurvei masih mengadopsi pendekatan "wait and see" dalam menanggapi pandemi.
"Bagi negara dan perusahaan yang cepat puas dengan tindakan wait and see, mereka akan tertinggal dan bahkan menjadi tidak relevan," kata Rachel Barger, President & Managing Director, SAP South East Asia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2020).