JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengembangkan kemitraan antara usaha besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) . Dengan demikian, UMKM tidak akan bersaing dengan usaha besar, tetapi menjadi bagian dari rantai pasok produksi.

"Ini kan ideal, kita juga lagi mengembangkan akses ke pembiayaan. Selama ini, kredit perbankan untuk UMKM baru 19,8%. Ke depan, secara bertahap sampai 2024 harus di atas 30% angkanya," ujar Teten dalam Forum Fristian TVRI di Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Dia mencontohkan, porsi kredit perbankan untuk UMKM di Singapura saja sudah menyentuh 39%. Contoh lainnya adalah Malaysia sebesar 50%, Thailand 51%, dan Korea Selatan 81%. Maka dari itu, pemerintah sedang mendorong akses pembiayaan perbankan untuk UMKM.