Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Ryamizard Ryacudu menghadiri ASEAN Defense Ministers' Meeting (ADMM)-Plus di Filipina, yang berlangsung mulai 22 sampai 25 Oktober 2017.
Dalam pidatonya, Ryamizard mengajak negara-negara ASEAN untuk memperbesar persamaan dan memperkecil perbedaan yang dapat melemahkan hubungan persaudaraan.
"Karenanya, inisiatif mewujudkan segala bentuk forum. kemajuan teknologi, kerja sama industri penahanan. bukan ditujukan untuk menciptakan perang tetapi justru menciptakan stabilitas keamanan serta perdamaian dunia," kata Ryamizard lewat keterangan yang diterima, Senin (23/10/2017).
Dalam acara ini, Menhan juga saling bertukar pandangan terkait isu pertahanan, keamanan regional dan internasional.
Ryamizard juga mengingatkan, perlunya keterbukaan untuk berbagi inforrnasi bagi kepentingan bersama guna menghindari upaya-upaya yang ingin memecah persatuan ASEAN.
"Sehingga perkuatan sentralitas ASEAN didukung oleh negara plus merupakan modalitas kerja sama pertahanan, guna membangun arsitektur keamanan dalam menjaga stabilitas, keamanan dan perdamaian di kawasan ASEAN," katanya.
Menhan juga menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjaga komitmen untuk selalu terlibat aktif dan bekerja sama dalam penguatan pilar politik keamanan.
"Selain itu bersinergi dengan pilar sosial budaya dan ekonomi demi pencapaian kemajuan yang stabil, dinamis dan makmur yang berorientasi serta berpusat pada interaksi masyarakat ASEAN," kata Ryamizard.
Diketahui, Indonesia bersama Malaysia dan Filipina melakukan inisiatif Trilateral Maritime Patrol dan Trilateral Air Patrol sebagai upaya bersama mencegah serta memerangi terorisme sejak tahun 2016.
Setelah upaya itu dilakukan, kemudian berlanjut dengan peluncuran Patrol Maritime dan Trilateral Air Patrol, serta peresmian Maritime Command Center ketiga negara di Tarakan, Kalimantan Utara pada Juni 2017.
Sementara pada bulan Oktober 2017, diikuti peluncuran patroli udara.
Sementara tahap berikutnya akan dilaksanakan Iatihan kemudian operasi darat ketiga negara, dengan waktu dan tempat yang belum ditenlukan.
ADMM-Plus merupakan bentuk perluasan kerja sama Pertahanan ADMM dengan melibatkan delapan negara mitra wicara ASEAN, yakni Amerika Serikat, Australia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Republik Korea (ROK), Selandia Baru, India, dan Rusia.
ASEAN Defense Ministers' Meeting (ADMM) merupakan platform kerja sama antar Menteri Pertahanan 10 Negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura.
Thailand, Filipina, Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam yang bertujuan untuk meningkatkan Confidence Building Measures (CBM) sena menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan melalui dialog maupun kerja sama praktis.
Selengkapnya Tribunnews.com