JAKARTA (IndoTelko) - Peruri membidik pasar sertifikat dan tanda tangan elektronik di ASEAN melalui the Chartered Institute of Management Accountants (CIMA).

CIMA adalah badan profesional akuntan manajemen terbesar di dunia yang didirikan pada 1919. Tercatat beberapa professional dan praktisi dari negara ASEAN seperti Malaysia, Myanmar, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam dan Indonesia terdaftar sebagai peserta dalam kegiatan webinar tersebut.

Perwakilan dari CIMA Indonesia Muhammad Yafi menyampaikan bahwa terdapat kekhawatiran bagi para pelaku bisnis di ASEAN dalam hal customer on-boarding merujuk kepada tingginya tingkat ketidakpercayaan masyarakat pada transaksi online. “Menurut data yang disampaikan KOMINFO, tingkat kecurangan mencapai angka 35%, di mana 26% di antaranya merupakan korban online financial fraud (kecurangan transaksi daring). Hal ini tentunya berdampak negatif terhadap usaha mereka dalam melakukan perluasan pasar,” jelas Yafi.