Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32 persen secara year on year (yoy). Kontraksi ini jauh lebih dalam dibandingkan proyeksi pemerintah maupun Bank Indonesia di kisaran 4,3 persen dan 4,8 persen (yoy).

Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tumbuh minus 4,19 persen (quarter to quarter/qtq) di kuartal II 2020. Ini merupakan kedua kalinya Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi negatif secara kuartalan. Di kuartal I 2020, perekonomian juga minus 2,41 persen (qtq).

Di negara lain, mereka dapat mengambil data pertumbuhan ekonomi secara kuartalan untuk menentukan resesi. Hal ini disebut dengan technical recession atau resesi teknis.