JAKARTA, KOMPAS.com - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai ketahanan pangan di kawasan ASEAN membutuhkan kontribusi swasta yang lebih besar, termasuk melalui foreign direct investment (FDI) atau penanaman modal asing.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi mengatakan, hal ini perlu dilakukan untuk memperkuat rantai pasokan pangan dan pertanian serta posisi kawasan dalam rantai nilai global.

“Kawasan ini membutuhkan lebih banyak investasi, termasuk foreign direct investment pada sektor pangan untuk memastikan akses dan keterjangkauan masyarakatnya terhadap pangan. Ketahanan pangan di ASEAN masih rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan pasokan. Hal itu memengaruhi keterjangkauan pangan masyarakatnya,” kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi dalam siaran resminya, Senin (17/1/2022).

Selengkapnya Kompas