JAKARTA – Perdagangan China dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN pada tiga kuartal pertama tahun ini mencapai US$481,8 miliar. Angka ini mewakili sepertujuh dari perdagangan luar negeri China.

"Perdagangan bilateral tumbuh 5,6% pada kuartal kedua, dan 7,7% pada kuartal ketiga. Jauh lebih cepat dibandingkan (perdagangan) China dengan mitra dagang lainnya," tutur Duta Besar China untuk ASEAN Deng Xijun di Jakarta pada Senin (2/11). Berbicara di Forum Jakarta Ketiga dengan tema "Memperkuat Pemulihan Ekonomi Regional di tengah Covid-19", yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Xijun menyebutkan ASEAN menjadi mitra dagang terbesar China pada paruh pertama tahun ini.

ASEAN, lanjut Xijun, menyumbang 14,7% dari total volume perdagangan luar negeri China. Peningkatan protokol area perdagangan bebas dan kerja sama rantai pasokan menjadi faktor peningkatan perdagangan kedua pihak. Dalam pertemuan virtual tersebut, Deng menyoroti bahwa perdagangan antara China dan Vietnam bahkan melonjak 23,5% di kuartal III.

China juga meningkatkan investasi langsung di negara-negara ASEAN. Angkanya mencapai US$10,7 miliar tahun ini, naik 76,6%.  "Angka-angka ini menunjukkan ketahanan yang kuat dan potensi penuh dari hubungan ekonomi China-ASEAN," ujarnya.