Sejumlah pengamat mengatakan bahwa kondisi Myanmar pasca kudeta, sengketa Laut China Selatan, dan respon terhadap pakta pertahanan AUKUS yang dimotori oleh Amerika Serikat berpotensi menjadi isu-isu utama yang akan dibahas di pertemuan tingkat tinggi ASEAN-China yang khusus diselenggarakan untuk memperingati 30 tahun hubungan bilateral antara kedua belah pihak.
Namun, sepertinya apa yang China harapkan, agar ada terobosan dalam Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan, tidak akan terjadi pada pertemuan tingkat tinggi pada 22 November, karena negara-negara Asia Tenggara pengklaim harus berhadapan dengan tindakan dan militerisasi Beijing yang meningkat di wilayah laut yang disengketakan.
Perdana Menteri China Xi Jinping dan para pemimpin negara-negara anggota ASEAN diharapkan akan menghadiri pertemuan yang akan diselenggarakan secara bersama oleh ASEAN dan China. Ini akan menjadi pertemuan bilateral kedua yang terjadi tahun ini, dan yang pertama sejak ASEAN meningkatkan hubungannya dengan Beijing dan Australia.
“AUKUS, Myanmar, dan Laut China Selatan, adalah beberapa topik yang akan menjadi fokus dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN-China,” ujar James Chin, seorang pakar Laut China Selatan di Universitas Tasmania, kepada BenarNews.
Selengkapnya BenarNews