REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemimpin Pemuda Muslim Asia Tenggara mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) melakukan pertemuan darurat untuk membahas isu yang terjadi di Palestina. Organisasi tersebut mengutuk keras serangan teror oleh pasukan Israel terhadap orang Palestina di Masjid Al-Aqsa dan lingkungan Sheikh Jarrah.
“Menyerukan kepada semua pemimpin negara-negara Islam untuk bersatu dan memanfaatkan saluran yang memungkinkan untuk memastikan rezim Zionis dan sekutunya tidak menumbangkan kedaulatan Palestina,” ungkap organisasi tersebut dalam pernyataan bersama, Minggu malam.
Menurut mereka, serangan tersebut menunjukkan bentuk penghinaan terhadap warga Palestina dan khususnya pada penduduk Muslim, di tengah bulan suci Ramadhan. Pemimpin Pemuda Muslim Asia Tenggara menilai, aksi kekerasan tersebut merusak segala progres untuk menciptakan perdamaian yang telah dilakukan di wilayah tersebut.