Jakarta - Para taipan dan keluarga konglomerat di Asia Tenggara beberapa waktu terakhir terus meningkatkan investasinya di perusahaan rintisan (startup) teknologi. Mereka berupaya ikut dalam gelombang valuasi startup yang terus meningkat, ketika bisnis mereka tengah dihantam pandemi, mulai dari ritel, perhotelan hingga manufaktur.
Pengusaha besar, mulai dari Dhanin Chearavanont (Thailand) hingga Lance Gokongwei dari Filipina sedang menanamkan jutaan dolar langsung ke perusahaan digital atau melalui dana modal ventura. Terkadang mereka juga bermitra dengan perusahaan modal ventura di Silicon Valley.
Tren peralihan uang para taipan ke startup ini membuka jalan bagi aliran modal baru.