Ruel Damaso merasakan kesepian yang dalam di tengah suasana hiruk-pikuk di sekitarnya. Sudah beberapa malam ia tidur di atas karton di Bandara Ninoy Aquino Manila. Ia makan dari makanan yang dibagikan petugas. Keinginannya hanya satu: segera bisa terbang dan sampai di Zamboanga, Filipina bagian selatan, kampung halamannya.

”Kami kehabisan uang. Kami tidak dapat meninggalkan bandara karena kami tidak memiliki kerabat di sini,” kata pria berusia 36 tahun itu di dalam terminal bandara, Selasa (4/8/2020). Seutas handuk melilit bahunya sebagai penghangat dari penyejuk udara. ”Kami harus tinggal di sini selama dua pekan sampai penerbangan kami kembali.”

Lebih dari 27 juta warga atau seperempat dari total populasi Filipina harus kembali menjalani karantina selama dua pekan mulai Selasa itu. Jumlah kasus Covid-19 telah meningkat lebih dari enam kali lipat sejak pembatasan dilonggarkan pada Juni. Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan keputusan untuk menerapkan karantina, dua hari sebelumnya.