REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sedang menghadapi ancaman nyata serangan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), seperti di Filipina. Oleh karena itu kerja sama OUR EYES dipandang dapat menjadi solusi strategis yang rasional dan efisien.
Diranstra Ditjen Strahan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Marsma TNI Adityawarman mengatakan, kekalahan ISIS di sejumlah wilayah di Timur Tengah menyebabkan banyak militan kembali ke kawasan Asia Tenggara. Ini terlihat banyaknya kelompok lokal yang kembali muncul.
Sebut saja kelompok Abu Sayyaf di Filipina, Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Indonesia, Kelompok Jemaah Salafiyah Patani di Thailand, Kumpulan Mujahidin Malaysia (KMM) di Malaysia. Kemudian ada pula kelompok Arakan Rohingya Nationalist Organization (ARNO) dan Rohingya Solidarity Organization (RSO) di Myanmar dan Bangladesh serta kelompok Jemaah Islamiyah (JI) menjadi ancaman nyata di kawasan ini.
Adityawarman mengatakan, inisiatif OUR EYES telah mendapat sambutan baik di setiap pertemuan. Bukan hanya pertemuan dalam negeri tapi juga luar negeri. OUR EYES merupakan inisiatif dari Menhan RI Ryamizard Ryacudu, saat diselenggarakannya forum pertemuan 11 menteri pertahanan ASEAN di Filipina, Oktober 2017 lalu. Pada kesempatan pertemuan itu Menhan RI, Bapak Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa stabilitas kawasan harus terus dijaga agar dapat dijadikan contoh bagi negara-negara di seluruh dunia.