Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, Pasar Modal Indonesia memiliki jumlah pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) tertinggi di antara seluruh negara ASEAN selama pandemi Covid-19.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen melaporkan, jumlah perusahaan yang telah memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan IPO hingga November 2020 telah mencapai 46 emiten baru.
"Penambahan jumlah emiten tersebut juga merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan seluruh negara di kawasan Asean," ujar Hoesen dalam sesi webinar yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/12/2020).
Sebagai catatan, BEI hingga 14 Desember 2020 telah kedatangan dua tambahan emiten baru, yakni PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) dan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP). Dengan begitu, jumlah IPO di sepanjang tahun ini telah mencapai 48 emiten.
Selengkapnya Liputan6.com