Perekonomian Vietnam diperkirakan tumbuh positif di tingkat yang lebih baik daripada negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara tahun ini. Negara itu juga berpeluang menarik lebih banyak investasi asing. Keberhasilan mengendalikan pandemi Covid-19 dan gerak cepatnya menjadi tempat relokasi basis produksi perusahaan-perusahaan dari China dalam dinamika perang dagang China melawan Amerika Serikat menjadi modal kuat bagi Vietnam.

Vietnam adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang mencatat pertumbuhan positif tahun lalu. Meski pertumbuhannya turun jauh dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan pada 2019, ekonomi Vietnam masih mengalami ekspansi 2,9 persen. Parlemen negara itu telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 6 persen tahun ini. Namun, Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc, yang ingin memperpanjang masa jabatannya atau menaikkan peringkat Partai Komunis Vietnam, menargetkan pertumbuhan 6,5 persen.

Sejumlah analis melihat basis kekuatan ekonomi Vietnam berkelindan di antara sejumlah faktor utama. Kemampuannya menahan pandemi membuat negara itu dapat segera pulih dengan ritme yang lebih cepat, terutama dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Dua perjanjian perdagangan bebas yang ditandatangani pada 2020 pun memberikan nilai tambah bagi Vietnam.

Selengkapnya Kompas.id