TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menghadiri pertemuan 'Intersessional Discussion on Covid 19 : Responses of ASEAN member States to Seafarere Acces to Crew Change, Repatriation, and National Vaccination Programmes' yang dilaksanakan secara virtual.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang telah disepakati bahwa pelaut merupakan pekerja kunci yang memiliki peranan penting terutama dalam perdagangan internasional. Serta komitmen untuk memfasilitasi pergantian awak kapal, repatriasi dan vaksinasi pelaut.

Kasubdit Angkutan Laut Luar Negeri Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Yudhonur Setyaji selaku wakil Ketua delegasi Indonesia di pertemuan tersebut menjelaskan hal tersebut dianggap penting mengingat kontribusi transportasi dengan pelaut sebagai awaknya sangat berperan penting dalam dunia perdagangan internasional yang saat ini 80 persen barang berdasarkan volume dan 70 persen berdasarkan nilai itu diangkut oleh kapal.