RADARBANGSA.COM - Asia Tenggara diperkirakan akan meraup keuntungan hingga USD12,5 triliun pada tahun 2070 pasca menerapkan langkah mitigasi perubahan iklim. Namun apabila mitigasi perubahan iklim diperlambat maka ancaman kerugian yang lebih besar tidak dapat dihindari.
Menurut Laporan Deloitte Economics Institute, Senin 23 Agustus menyebutkan, produk domestik bruto kawasan dapat tumbuh rata-rata 3,5% per tahun selama lima dekade ke depan.
Keuntungan itu didapat jika negara berhasil memelihara industri dan teknologi untuk menjaga rata-rata pemanasan global menjadi 1,5 derajat Celcius.
Namun jika Asia Tenggara tidak secara signifikan mengurangi emisi dan pemanasan mencapai lebih dari 3 derajat Celcius pada tahun 2070, kerugian ekonomi diperkirakan mencapai USD28 triliun berdasarkan valuasi saat ini. Kondisi tersebut akan mengurangi pertumbuhan PDB rata-rata 7,5% per tahun selama periode itu, menurut Deloitte.
“Perubahan iklim yang tidak dimitigasi mengancam akan menghapus puluhan tahun pertumbuhan ekonomi yang diperoleh dengan susah payah di Asia Tenggara,” kata Deloitte seperti dikutip, Senin 23 Agustus 2021.
Selengkapnya Radar Bangsa