JAKARTA – “Dokumen the Narrative of Asean Identity (NAI) sangat penting untuk dipahami oleh Komunitas Asean karena narasi ini adalah a self reminder of who we are, where we come from, and where we are heading, both as an organization and a community," demikian disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dalam pidato pembukaannya pada “Asean Virtual Cross-Pillar Consultation on the Narrative of Asean Identity" pada Senin (31/8).
Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Asean Dato Lim Jock Hoi, perwakilan dari seluruh Badan Sektoral Asean pada tiga Pilar Asean, perwakilan negara anggota Asean, dan perwakilan Badan Entitas terafiliasi dengan Asean.
Menlu RI menyampaikan tiga poin penting pada pidato pembukaannya. Pertama, Asean Identity harus menjadi ruh yang menyatukan Asean seiring dengan upaya Asean untuk menuju sebuah keluarga.
“Identitas bersama akan menanamkan rasa ‘we-feeling’ yang lebih kuat sebagai satu komunitas, sembari kita melangkah maju dan menghadapi berbagai peluang serta tantangan yang menanti. Oleh karena itu, ke depannya, penting untuk memasukkan Asean Identity ke dalam Work Plan seluruh badan sektoral di tiga Pilar Asean," imbuh Menlu RI.