Pertumpahan darah yang memakan korban jiwa dalam unjuk rasa menentang kudeta militer di Myanmar semakin serius, namun solidaritas dari kalangan wakil rakyat maupun di tataran akar rumput di negara-negara tetangga termasuk Indonesia, tampak tidak menonjol, kata para pengamat.

Di Indonesia, DPR sebagai lembaga representasi suara rakyat lewat pemilihan demokratis sejauh ini belum mengeluarkan sikap resmi, kecuali pernyataan sporadis sejumlah anggota.

Padahal Indonesia juga pernah mengalami situasi yang kurang lebih serupa di zaman Orde Baru. Hingga hari Rabu (17/03), setidaknya 202 nyawa warga sipil telah melayang sejak perebutan kekuasaan oleh militer pada 1 Februari dari tangan sipil hasil pemilu sah.