REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR SERI BEGAWAN -- Pemerintah militer Myanmar sepakat dengan permintaan ASEAN melakukan gencatan senjata hingga akhir tahun demi memastikan bantuan kemanusian dapat distribusikan. Hal itu pertama kali dilaporkan kantor berita Jepang, Kyodo yang mengutip perwakilan Asosiasi Negara Asia Tenggara untuk Myanmar.

Sejak militer mengkudeta pemerintahan Myanmar yang sah bulan Februari lalu ASEAN mencoba mengakhiri kekerasan yang telah menewaskan ratusan orang di negara tersebut. Asosiasi negara-negara Asia Tenggara juga membuka dialog antara militer dan oposisi.

Perwakilan ASEAN untuk Myanmar Erywan Yusof mengatakan usulan gencatan senjata yang disampaikan dalam konferensi video dengan Menteri Luar Negeri Wunna Maung Lwin dan militer telah diterima.

Selengkapnya Republika