TEMPO.CO, Jakarta - Militer Junta di Myanmar membebaskan ratusan demonstran yang ditahan dalam serangkaian unjuk rasa yang berakhir dengan kekerasan. Belum ada pernyataan resmi dari otoritas soal berapa banyak tahanan persisnya yang dibebaskan.

“Semua yang dibebaskan adalah mereka yang ditahan karena melakukan unjuk rasa dan yang keluar malam karena ingin membeli sesuatu,” kata sumber di sebuah lembaga advokasi di Myanmar. Sumber itu menyebut, ada 15 bus yang tampak meninggalkan penjara Insein di Kota Yangon pada Rabu pagi, 24 Maret 2021.

Sedangkan kelompok Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan setidaknya ada 2 ribu orang yang ditahan dalam upaya memprotes kudeta militer 1 Februari 2021 oleh militer Myanmar.