Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendorong ketersediaan akses peralatan kesehatan, obat-obatan, dan vaksin COVID-19 bagi negara berkembang dan negara-negara yang masih terbelakang .

Pernyataan tersebut disuarakan Menlu Retno pada pertemuan virtual Kelompok Aksi Regional untuk Asia Pasifik yang diinisiasi Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF), Selasa (21/4), yang diikuti sejumlah menteri di kawasan yakni dari Thailand, Malaysia, Filipina, dan Myanmar serta kalangan pebisnis, CEO, pengamat ekonomi, dan akademisi.

“Akses obat-obatan dan vaksin (COVID-19) bila nanti ditemukan, harus bisa dirasakan oleh negara berkembang dan least developed countries,” kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan (BDSP) Kemlu Achmad Rizal Purnama dalam konferensi pers virtual, Rabu, merujuk pada pertemuan tersebut.

Menlu RI menegaskan bahwa kita harus menjamin bahwa komitmen kerja sama internasional untuk menangani COVID-19 harus diwujudkan dalam tindakan dan aksi nyata, antara lain dengan menurunkan hambatan terhadap hak kekayaan intelektual serta mendukung alih teknologi dan pengetahuan.

Karena hanya dengan cara itu, maka aksesibilitas dan keterjangkauan biaya vaksin dapat dicapai.

Selengkapnya Antara News