Menlu: Kerja Sama ASEAN-Australia Penting dalam Perang Kejahatan Lintas Negara
 
Jakarta: Masuknya 99 pengungsi etnis Rohingya ke Indonesia pada 24 Juni lalu menjadi pengingat bagi semua negara bahwa kejahatan lintas negara masih tetap ada. Karenanya, dalam pertemuan ASEAN-Australia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan kembali penguatan kerja sama untuk memerangi kejahatan lintas negara itu.
 
"Indonesia menyampaikan agar negara di kawasan terus meningkatkan kerja sama melawan kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan orang dan penyelundupan manusia," kata Retno dalam pernyataan pers virtual usai pertemuan khusus Menlu ASEAN-Australia mengenai covid-19, Selasa, 30 Juni 2020.

Retno mengatakan atas nama kemanusiaan, Indonesia memutuskan untuk sementara menerima para pengungsi di tengah situasi penuh tantangan, termasuk pandemi covid-19. Retno menegaskan, selain faktor kemanusiaan, kemungkinan mereka juga menjadi korban penyelundupan manusia.
 
"Tanpa kerja sama dengan negara lain, maka akan sulit untuk memerangi kejahatan lintas negara. Di dalam konteks inilah kerja sama antara ASEAN dan Australia sangat penting dalam penanggulangan kejahatan lintas negara yang terorganisir," imbuhnya.

Selengkapnya Medcom